Header Ads

Bahaya Minyak Goreng Bekas


Minyak goreng bekas pakai atau biasa disebut minyak jelantah kadang menjadi pilihan bagi para ibu dalam memasak. Penggunaan minyak goreng lebih dari sekali ini dilakukan biasanya karena konon rasanya lebih enak, ada juga yang semata untuk berhemat. Terlepas dari bagaimana rasa atau alasannya, sesungguhnya mengolah makanan dengan minyak bekas tidak baik bagi kesehatan.

Ya, penggunaan minyak bekas memang tidak baik bagi kesehatan karena bisa menyebabkan penyakit dalam. Demikian diungkap Dr. Dharma Lindarto SpPD-KEMD, dokter spesialis penyakit dalam dan diabetes Universitas Sumatera Utara. Hal ini disebabkan adanya penurunan kualitas di setiap kali penggunaan. Semakin sering dipakai untuk menggoreng, maka kualitasnya semakin menurun dan berbahaya bagi kesehatan.

Bahaya penggunaan minyak jelantah bagi tubuh adalah potensi timbulnya penyakit kolesterol. Penyebabnya adalah minyak jelantah yang telah mengalami perubahan warna dari kuning menjadi semakin hitam, serta bercampur dengan serbuk-serbuk sisa penggorengan.

Penyakit lain yang disebabkan oleh penggunaan minyak jelantah adalah kanker. Menurut Dr. Dharma, minyak goreng akan menjadi cairan yang mengandung racun bentonit setelah digunakan sebanyak tiga kali. Racun inilah yang bisa memicu tumbuhnya kanker.

Selain itu, beberapa peneliti juga menyatakan, setiap minyak jelantah digunakan untuk menggoreng, maka senyawa aldehida akan dilepas saat proses penggorengan. Racun aldehida ini juga mempunyai efek tak jauh berbeda dengan bentonit, yaitu menyebabkan kanker.

Kebiasaan ini bisa dibilang cukup memprihatinkan. Karena itu dihimbau kepada masyarakat untuk mengganti minyak goreng dengan yang baru setidaknya setelah tiga kali pakai.