Martabak Terbesar
Beragam cara dilakukan para pegiat pastry yang tergabung dalam Indonesia Pastry Club (IPC) Bandung, untuk mempertahankan Bandung sebagai barometer kuliner di Indonesia. Satu di antaranya adalah membuat martabak manis terbesar di dunia.
Martabak manis superbesar ini diperlihatkan kepada publik dalam acara Omela Creamy Carnival di Union Square, Cihampelas Walk, Minggu (20/3/2011) siang.
Martabak berdiameter 1,5 meter dan tinggi sekitar 25 cm itu dicatat ke dalam rekor Museum Rekor Indonesia Dunia (MURI), sebagai martabak manis terbesar di dunia.
Rangkaian proses dimulai dengan pembuatan loyang martabak berdiameter 1,5 meter dan tinggi 10 cm, pada Jumat (18/3) siang. Pembuatan loyang yang seharusnya memakan waktu satu minggu bisa selesai hanya empat jam.
Produksi martabak manis ini dilakukan di TnC Tiramisu & Coffee di Jalan Sawahkurung IV, yang juga Sekretariat IPC Bandung, sejak Sabtu (19/3) siang.
Anggota tim yang dikomandani langsung Ketua IPC Bandung, Chef Kamal Arif, ini beranggotakan 10 orang, yakni Gladies, Jack, Mulyadi, Taufik, Agus, serta tim dari TnC Tiramisu & Coffee.
Bagi Gladies, seorang anggota tim, membuat martabak terbesar ini memberi pengalaman baru yang menyenangkan. "Saya masuk di tim membuat adonan. Saya sudah bikin adonan Sabtu, jam 14.00 sampai jam sebelas malam. Sudah itu dilanjut sama bapak-bapak ini," kata Gladies sambil tersenyum kepada rekan-rekannya.
Adonan martabak manis ini menghabiskan 1.000 butir telur, 10 kg gula, 600 gr garam, 800 gr yeast, 100 liter air hangat, 100 kg tepung terigu, 800 gr baking powder, 2 kg susu bubuk, 6 kg margarin. Untuk topping, digunakan 15 kg gula pasir, 20 kg kacang, 30 kg meises, 24 kg mentega, 30 kg keju, dan 100 kaleng susu kental manis Omela.
"Tim kami mulai produksi martabak sejak Sabtu siang, dan baru selesai Minggu jam 12.00 WIB. Salah satu kendala kami antara lain adonan tidak bisa dibuat terlalu tinggi karena akan tertekan bagian bawahnya. Jadi target ketebalan 50 cm, baru kami bisa upayakan sampai 25 cm," ujar Kamal.
Sebelumnya, berdasar catatan MURI, sudah pernah ada martabak manis yang dibuat dengan diameter 1 meter 7 cm. Berdasar pengukuran tim MURI, martabak manis kali ini berhasil mencapai diameter 1,5 meter, tebal 27 cm.
Agung Rizky Panditanegara, Junior Brand Manager PT Frisian Flag Indonesia, mengatakan, martabak manis dipilih karena martabak manis dari Bandung sudah sangat populer bagi masyarakat.
Menu martabak manis atau martabak Bandung ini juga dikenal dengan nama martabak terang bulan. Para juru masak ternyata baru tersadar martabak ini dibuat bertepatan dengan terjadinya fenomena supermoon, Sabtu (19/3) malam.
Supermoon sendiri merupakan fenomena alam ketika bulan purnama terlihat 14 persen lebih besar, sebab pada saat itu garis edar bulan sedang berada paling dekat dengan bumi.
"Sebenarnya, saya juga baru ingat kalau ada fenomena supermoon. Tapi sebenarnya tidak terkait secara langsung," ujar Chef Kamal sambil tersenyum


Post a Comment